Di Barat, wacana masyarakat madani memiliki latar
belakang yang cukup panjang, rangkaian sejumlah karya filosof dan
pemikir seperti Locke, Tocqueville, Hege, Marx dan Gramsci. Namun,
sebagai sebuah isu politik hingga akhir dekade 1980, masyarakat madani
masih belum terbidik fokus di kalangan peneliti, media massa dan partai
politik di Eropa dan Amerika. Kuantitasa bukudan makalah ilmiah tentang
ini belakangan sampai tiga puluh isu, berhasil dipublikasikan di dua
benua initidak lebih dari hitungan jari. Dalam lingkungan perguruan
tinggi di sana, ia bahkan tidak juga meraih posisinya di dalam
kurikulum.
Pertanyaan-pertanyaan penting: faktor apa yang
melatari landasan-landasan sosial, politik dan sejarah masyarakat
madani? Bagaimana pandangan pemikir barat tentang iisu ini? Apa kriteria
dan karakter masyarakat madani? Bagaimana masyarakat madani bisa
menyatu dengna sepak terjang dan berbagai politik Demokrasi? Apakah
mungkin masyarakat madani dapat menjadi isu global? Apakah masyarakat
dengan tuntutan madaini adalah masyarakat yang ideal bagi manusia?
Buku
ini akan mengajak kita melakukan pengembaraan teoritis konseptual
tentang masyarakat madani atau yang populer di Barat dengan istilah
Civil Society melalui banyak referensi handal para pemikir Barat.
Pengembaraan ini juga disertai fakta-fakta pengalaman masyarakat madani
di Amerika dna Eropa sebagai poros utamakajian ini, sehingga kita lebih
bisa memahami bahwa bahasa politik kekuasaan dan tendesi kapitalisme
adalah ciri utama dalam demokrasi, dialog antar peradaban, dan
masyarakat madani yang didengung-dengungkan barat selama ini.
Rp 45.000 |
| Hemat Rp 6.750 |
| Rp 38.250 |
|
|
|
| |
|
|
| Judul |
Masyarakat Madani : Konsep Sejarah dan Agenda Politik |
| No. ISBN |
9786029755381 |
| Penulis |
Hamid Mowlana |
| Penerbit |
Sadra Press |
| Tanggal terbit |
Maret - 2013 |
| Jumlah Halaman |
- |
| Berat Buku |
400 gr |
| Jenis Cover |
Soft cover |
| Dimensi(L x P) |
- |
| Kategori |
Ilmu Sosial |
| Bonus |
- |
| Text Bahasa |
Indonesia ·· |
| Lokasi Stok |
gudang bukukita  |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar