Masa depanlah yang merangsang gerakan aktif sejarah. Meskipun masa depan
tidak eksis di masa kini, ia digambarkan melalui keberadaan mentalnya.
Keberadaan mental inilah yang di satu pihak mendorong manusia ke arah
tujuan tersebut. Jadi, keberadaan mental dari suatu tujuan yang akan
terwujud di masa depan dan yang memotivasi sejarah, di satu pihak
menunjukkan keberadaan suatu gagasan dan di lain pihak menunjukkan
keberadaan suatu kehendak. Gabungan antara gagasan dengan kehendak
inilah yang mempunyai kekuasaan untuk menciptakan masa depan, dan
merupakan kekuatan yang mampu memulai kegiatan bersejarah di bidang
sosial.
Gagasan dan kehendak, dalam kenyataannya membentuk
kesadaran manusia, dan dalam kedua unsur dasar ini kandungan batin
manusia bisa dilihat. Kandungan batin manusialah yang menggerakkan
sejarah dan bersama dengan gabungan antara gagasan dengan kehendak,
manusia mampu mewujudan tujuan-tujuannya.
Kandungan batin manusia
atau pemikiran serta kehendaknyalah yang menggerakan sejarah. Seluruh
struktur masyarakat, termasuk semua hubungan, organisasi dan
karakteristiknya, berdiri tegak di atas landasan kandungan batin manusia
dan setiap perubahan serta perkembangan masyarakat bergantung pada
perubahan dan perkembangna infrastrukturnya ini. DEngan kata lain,
struktur masyarakat berubah sejalan dengan berubahnya gagasan dan
kehendak manusia. Jika landasan ini mantap, maka struktur masyarakat
juga akan kuat. Kaitan antara kandungan batin manusia dengan
suprastruktur masyarakat merupakan kaitan antara sebab dan akibat.
Rp 42.000 |
| Hemat Rp 6.300 |
| Rp 35.700 |
|
|
|
| |
|
|
| Judul |
Paradigma dan Kecenderungan Sejarah Dalam Al-Qur'an |
| No. ISBN |
9786029755343 |
| Penulis |
Ayatullah Muhammad Baqir Shadr |
| Penerbit |
Sadra Press |
| Tanggal terbit |
Maret - 2013 |
| Jumlah Halaman |
- |
| Berat Buku |
400 gr |
| Jenis Cover |
Soft cover |
| Dimensi(L x P) |
- |
| Kategori |
Islam |
| Bonus |
- |
| Text Bahasa |
Indonesia ·· |
| Lokasi Stok |
gudang bukukita  |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar